Melihat Sisa-sisa Kejayaan Kerajaan Majapahit di Candi Sukuh

Candi Sukuh 2

Terletak 900 meter di atas permukaan Kota Solo, Candi Sukuh adalah salah satu candi di Jawa Tengah yang sangat menarik untuk dikunjungi. Kompleks Candi Sukuh tidak besar, namun, banyak dipenuhi oleh relief-relief rumit dan patung-patung yang menakjubkan. Beberapa relief yang sangat eksplisit menggambarkan organ reproduksi manusia membuat candi ini dijuluki candi erotis.

Candi Sukuh terletak di wilayah yang sunyi dikelilingi pegunungan Lawu yang beratmosfer magis. Lokasinya sekitar 15 kilometer dari candi erotis lainnya, Candi Ceto. Keduanya merupakan candi yang menggambarkan kesuburan.

Di saat Kerajaan Majapahit mulai menunjukkan tanda-tanda kemunduran pada abad ke-15, Candi Sukuh dibangun. Mungkin karena pudarnya pengaruh Hindu yang diusung Kerajaan Majapahit itulah yang membuat arsitektur Candi Sukuh tidak mempunyai kesamaan dengan candi-candi Hindu dan Budha di Jawa lainnya, seperti Candi Prambanan dan Candi Borobudur.

Misteri bentuknya yang mirip dengan struktur piramid Maya dari Amerika Tengah hingga saat ini belum tuntas dipecahkan. Penemuan-penemuan mengenai candi ini hanya menambah poin-poin hipotesis para akademisi dan penyuka misteri.

Penduduk Kota Surakarta bernama Johnson menemukan Candi Sukuh pertama kali tahun 1815 pada masa pemerintahan Sir Stamford Raffles. Kondisinya pada saat ditemukan sangat memprihatinkan. Kemudian, Dr. Van de Vlis, warga negara Belanda, menjadi kepala penelitian pertama candi tersebut pada tahun 1842. Para arkeolog lain yang meneliti Candi Sukuh berturut-turut adalah Verbeek (1889) dan Knebel (1910).

Pada tahun 1917, kantor bagian situs prasejarah milik Pemerintah Belanda di India Timur mengupayakan pengamanan dan penyelamatan Candi Sukuh. Kemudian, pada tahuhn 1989, upaya restorasi itu dilanjutkan oleh Proyek Restorasi dan Perawatan Objek Prasejarah dan Sejarah di Jawa Tengah.

Candi Sukuh mempunyai beberapa objek pemujaan. Yang paling unik adalah sebuah batu besar lingam dan yoni. Penduduk setempat percaya bahwa batu tersebut bisa digunakan untuk menentukan apakah seorang istri setia atau tidak, atau seorang calon istri masih perawan atau tidak. Untuk mengujinya, seorang wanita diharuskan memakai sarung dan diminta melompati lingam tersebut. Jika sarung yang dikenakannya jatuh, maka menurut keyakinan setempat, wanita tersebut tidak setia.

Objek pemujaan lainnya adalah sebuah monumen yang menggambarkan Bima dan Narada di dalam janin. Dalam relief lainnya, digambarkan Bima keluar dari rahim ibunya saat dilahirkan.

Di halaman teratas Candi Sukuh, ada tiga buah patung kura-kura besar yang difungsikan sebagai altar persembahan. Dahulu kala, ada lingam berukuran 2 meter di atas piramid. Namun, Sir Stamford Raffles melepasnya pada 1815. Kini, lingam tersebut disimpan di Museum Nasional di Jakarta.

Pemandangan alam yang mengelilingi Candi Sukuh sangat memikat. Hal ini menjadikan objek wisata Candi Sukuh sangat patut untuk dikunjungi.

Candi Sukuh merupakan salah satu objek wisata yang masuk dalam destinasi Paket Wisata Candi ixoTransport. Segera hubungi jasa rental mobil di Solo murah ixoTransport jika Anda ingin mengunjungi Candi Sukuh ini pada saat Anda berlibur!